Loading...

Tiga Mahasiswa PAI Fakultas Tarbiyah Ikuti KKN Internasional Malaysia 2026

Diterbitkan pada
20 Juli 2026 19:44 WIB

Baca

Surakarta. Tiga mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah UIN Raden Mas Said Surakarta turut ambil bagian dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional Malaysia 2026. Ketiganya menjadi bagian dari 32 mahasiswa UIN Raden Mas Said Surakarta yang melaksanakan pengabdian kepada masyarakat di sejumlah wilayah di Malaysia.

Ketiga mahasiswa PAI tersebut adalah Nur Fajriyah Yumna, Desi Ayu Ambarwati, dan Arifah Khoirunnisaa. Program KKN Internasional berlangsung selama 27 hari, mulai 1 Juli hingga 27 Juli 2026.

Dalam pelaksanaannya, para mahasiswa ditempatkan di sejumlah wilayah di Malaysia dan terlibat dalam berbagai kegiatan pengabdian, khususnya pada komunitas pendidikan anak-anak Indonesia. Beberapa lokasi pelaksanaan kegiatan antara lain Sanggar Belajar (SB) Ampang, SB Permai Kulim, dan SB El-Shadday.

Kegiatan KKN Internasional tidak hanya berorientasi pada pendampingan pembelajaran, tetapi juga mencakup kegiatan keagamaan, pendidikan karakter, pengembangan kreativitas, serta pengenalan budaya Indonesia kepada peserta didik.

Di SB Ampang, mahasiswa melaksanakan pendampingan pembelajaran mulai dari jenjang Tadika (TK) hingga SMP. Selain mendampingi proses belajar, mahasiswa memberikan edukasi mengenai cara berteman yang baik, area privasi, dan pencegahan bullying. Mahasiswa juga menyelenggarakan bazar serta membuat video profil sanggar sebagai media dokumentasi sekaligus sarana pengenalan lembaga kepada masyarakat.

Sementara itu, di SB Permai Kulim, mahasiswa mendampingi pembelajaran berbagai mata pelajaran dengan memberikan perhatian khusus pada penguatan Bahasa Inggris dan Pendidikan Agama Islam melalui metode interaktif dan fun learning. Kegiatan pembelajaran dipadukan dengan pembiasaan keagamaan, seperti salat berjamaah, mengaji, dan praktik wudu.

Mahasiswa juga mengembangkan kreativitas peserta didik melalui kegiatan seni tari dan berbagai keterampilan. Untuk membangun suasana belajar yang menyenangkan sekaligus memperkuat kebersamaan, mahasiswa mengadakan lomba cerdas cermat dan berbagai permainan. Kegiatan keagamaan juga diperkuat melalui pelaksanaan Yasin dan tahlil bersama peserta didik, pengelola sanggar, dan wali murid.

Adapun di SB El-Shadday, mahasiswa mengisi kelas tambahan bagi anak-anak Indonesia di luar jam sekolah. Pembelajaran mencakup Bahasa Indonesia, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), membaca, menulis dan berhitung (calistung), Bahasa Inggris, serta Pendidikan Agama Islam. Mahasiswa juga memberikan pendampingan dalam membaca Iqra dan Al-Qur’an.

Selain kegiatan akademik dan keagamaan, mahasiswa memperkenalkan budaya Indonesia melalui berbagai kegiatan kreatif, seperti membuat kerajinan tangan, menggambar, bernyanyi, menari, dan membaca puisi. Kegiatan tersebut dirancang tidak hanya untuk meningkatkan kemampuan belajar peserta didik, tetapi juga memperkuat karakter serta wawasan mereka terhadap budaya Indonesia.

Pelaksanaan KKN Internasional Malaysia 2026 mendapat respons positif dari pengelola sanggar dan peserta didik. Antusiasme terlihat dalam berbagai kegiatan pembelajaran maupun aktivitas pendukung yang dilaksanakan mahasiswa.

Bagi mahasiswa PAI Fakultas Tarbiyah, keterlibatan dalam KKN Internasional menjadi kesempatan untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan dalam konteks pendidikan nonformal di luar negeri. Pengalaman tersebut sekaligus menjadi ruang pembelajaran untuk mengembangkan kemampuan beradaptasi, berkomunikasi, berkolaborasi, serta memahami keberagaman lingkungan pendidikan.

Keikutsertaan tiga mahasiswa PAI dalam program ini juga menjadi bagian dari kontribusi mahasiswa Fakultas Tarbiyah dalam penguatan peran pendidikan Islam di tengah komunitas masyarakat Indonesia di luar negeri.

Melalui KKN Internasional Malaysia 2026, mahasiswa berharap berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan dapat memberikan manfaat nyata bagi peserta didik dan sanggar, terutama dalam mendukung akses pendidikan, pembentukan karakter, penguatan nilai-nilai keagamaan, pelestarian budaya Indonesia, serta pengembangan keterampilan anak-anak Indonesia di Malaysia.

Program ini juga diharapkan dapat memperkuat hubungan kerja sama antara UIN Raden Mas Said Surakarta dengan berbagai lembaga pendidikan dan komunitas Indonesia di Malaysia, sekaligus memberikan pengalaman internasional yang berharga bagi mahasiswa dalam mengembangkan kompetensi akademik, sosial, dan profesional.