
Padang, 5 Oktober 2025. Prestasi inspiratif ditorehkan oleh Ferronica Intan Prameshti, mahasiswi Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Ilmu Tarbiyah UIN Raden Mas Said Surakarta. Mahasiswi semester 5 asal Blora ini berhasil meraih Medali Emas (Gold Medal) pada cabang Short Film dalam ajang 3rd SeiBa International Festival 2025.
Ferronica Intan Prameshti, yang merupakan mahasiswi tunanetra, tampil sebagai pemeran utama dalam short film berjudul Melodi dalam Gelap. Film tersebut berhasil meraih penghargaan tertinggi pada kategori short film dan mendapat apresiasi dari dewan juri internasional atas kekuatan pesan, akting, serta keberanian mengangkat isu kemanusiaan dan keterbatasan dengan pendekatan yang artistik.

SeiBa International Festival ke-3 diselenggarakan pada 30 September hingga 4 Oktober 2025 di State Islamic University of Imam Bonjol Padang, dan diikuti oleh 20 perguruan tinggi dari dalam dan luar negeri. Festival ini mempertandingkan enam cabang lomba, yakni solo pop song, traditional dance, poetry, contemporary dance, short film, dan monologue.
Dalam film Melodi dalam Gelap, Ferronica Intan Prameshti berhasil memerankan tokoh utama dengan penghayatan yang kuat, meskipun memiliki keterbatasan penglihatan. Penampilannya dinilai mampu menyentuh emosi penonton sekaligus menyampaikan pesan bahwa keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk berkarya dan berprestasi di tingkat global.
Keberhasilan Ferronica menjadi bagian dari capaian gemilang kontingen UIN Raden Mas Said Surakarta, yang secara keseluruhan berhasil meraih platinum medal, terdiri dari 4 medali emas, 2 medali perak, serta 1 penghargaan best presenter pada ajang SeiBa International Festival 2025.
Prestasi ini tidak hanya membanggakan UIN Raden Mas Said Surakarta dan Fakultas Ilmu Tarbiyah, tetapi juga menjadi bukti nyata komitmen kampus dalam mendukung pendidikan inklusif serta pemberdayaan mahasiswa berkebutuhan khusus untuk berprestasi setara di tingkat nasional dan internasional.
Capaian Ferronica Intan Prameshti diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya, khususnya mahasiswa penyandang disabilitas, untuk terus percaya diri, berkarya, dan mengambil peran strategis dalam berbagai ajang prestasi.
DOSEN PAI MENJADI MITRA SEJAWAT DALAM PENYUSUNAN RENSTRA UIN SALATIGA
2 hari yang lalu - Umum