UIN SURAKARTA- Paham radikalisme menjadi isu yang cukup sering dibicarakan di Indonesia, termasuk dikalangan mahasiswa. Paham radikal dapat merugikan bagi seorang mahasiswa karena mahasiswa sebagai agen of change yang berperan aktif dalam kemajuan bangsa. Salah satu bentuk paham radikalisme yang sering muncul di kalangan mahasiswa adalah radikalisme agama.
Paham ini merupakan paham yang ekstrim dan dapat meningkatkan potensi konflik, mengancam keamanan dan stabilitas perguruan tinggi, meningkatkan potensi terorisme dan meningkatkan potensi kriminalitas. Ketika hal-hal seperti ini terjadi di lingkungan perguruan tinggi, maka kegiatan belajar bisa menjadi tidak kondusif dan membuat beberapa mahasiswa merasa tidak nyaman atau terancam. Untuk menciptakan atmosfir belajar yang positif dan mendukung, penting bagi para pendidik untuk memperhatikan kebutuhan siswa dan menciptakan lingkungan belajar yang kondusif.
Selain itu mahasiswa sebagai agen of change diharapkan dapat berperan aktif dalam menanggulangi paham radikal. Pencegahan paham radikal dapat dilakukan dengan cara mengadakan kegiatan yang dapat membangun karakter mahasiswa yang toleran karena paham radikalisme seringkali muncul pada mahasiswa yang memiliki karakter yang tidak sehat dan memiliki persepsi yang sempit. Kontribusi mahasiswa dalam rangka mencegah berkembangnya paham radikal dapat dilakukan dengan cara seperti:
Tidak hanya itu, ditengah perkembangan digital mahasiswa juga sangat mudah dalam menggunakan teknologi dan media sosial sehingga melalui media itu dapat dimanfaatkan untuk menyebarkan informasi yang benar dan membantu mengatasi hoax dan propaganda radikal yang tersebar luas di internet. Sebagai generasi muda yang berintelektual maka mahasiswa mempunyai tanggung jawab yang besar dalam menjaga keutuhan dan persatuan bangsa.
Mahasiswa harus menyadari bahwa paham radikalisme agama merupakan ancaman yang serius sehingga harus dihilangkan karena bertentangan dengan nilai-nilai agama yang sebenarnya. Dengan demikian, kontribusi yang positif yang berpegang pada moral dan etika sangat diharapkan terutama dari kalangan mahasiswa.
Oleh karena itu, saya mengajak seluruh mahasiswa untuk berperan aktif dalam menanggulangi paham radikal dengan cara ikut berpartisipasi dalam kegiatan yang diselenggarakan perguruan tinggi seperti seminar moderasi, dialog antar agama, workshop, kegiatan keagamaan, bakti sosial dll. Selain itu, kita juga dapat membuat forum diskusi mahasiswa yang bertujuan untuk membahas dan mengatasi permasalahan radikalisme. Mari kita menjaga lingkungan perguruan tinggi dan negara agar tetap harmonis, toleran, damai, beradab dan bermartabat.
***
Penulis: Hani Nafiatul Ilma
Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Ilmu Tarbiyah, UIN Raden Mas Said Surakarta, Pengurus HMPS PAI Kabinet Banatara UIN Raden Mas Said Surakarta.
Editor : Saiddaeni
Rektor Mewisuda 177 Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah Tahun 2026
2 pekan yang lalu - Umum
PRODI PAI UIN RADEN MAS SAID SURAKARTA MEWISUDA 9 MAHASISWA HAFIDZ 30 JUZ
2 pekan yang lalu - Umum
Tiga Mahasiswa PAI Fakultas Tarbiyah Ikuti KKN Internasional Malaysia 2026
4 pekan yang lalu - Umum