
Surakarta, 02 Februari 2026. Fakultas Tarbiyah UIN Raden Mas Said Surakarta menerima kunjungan akademik Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Denpasar dalam format Focus Group Discussion (FGD) pada Senin, 2 Januari 2026. Kegiatan ini dikemas sebagai forum diskusi terarah untuk memperkuat pemahaman mengenai pengelolaan kurikulum, sistem pembelajaran, serta praktik kependidikan pada Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI). Rombongan peserta yang terdiri dari pimpinan, dosen, dan mahasiswa STAI Denpasar disambut hangat oleh jajaran pengelola fakultas dan prodi dalam suasana akademik yang dialogis dan kolaboratif.
FGD diawali dengan pemaparan profil Fakultas Tarbiyah dan strategi pengembangan mutu Prodi PAI sebagai program studi yang berorientasi pada keseimbangan antara kompetensi keilmuan, keterampilan pedagogik, dan pembentukan karakter pendidik profesional. Dalam forum tersebut, peserta memperoleh gambaran mengenai tata kelola perkuliahan, fasilitas pendukung, serta pendekatan pembelajaran berbasis praktik yang diterapkan secara sistematis. Diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai pertanyaan terkait penguatan kompetensi lulusan, kemitraan sekolah, hingga inovasi pembelajaran di era digital.
Ketua Jurusan Pendidikan Islam, Pak Suluri, memaparkan sejumlah program unggulan Prodi PAI. Ia menjelaskan bahwa sistem perkuliahan dirancang integratif, mengombinasikan teori dan praktik secara proporsional. Salah satu ciri khasnya adalah Praktik Keahlian PAI berbasis publikasi, di mana mahasiswa didorong menghasilkan karya ilmiah dan laporan praktik yang layak terbit. Selain itu, kegiatan microteaching menjadi tahapan penting untuk melatih keterampilan mengajar melalui simulasi kelas, penilaian, serta refleksi bersama dosen. Mahasiswa juga mengikuti Praktik Lapangan Persekolahan (PLP) agar memiliki pengalaman nyata mengelola pembelajaran di sekolah mitra. Menurutnya, pendekatan ini efektif membentuk kesiapan profesional mahasiswa sebelum terjun ke dunia kerja.
Pada sesi berikutnya, Kholis Firmansyah selaku Koordinator Prodi PAI menjelaskan struktur dan desain kurikulum yang adaptif terhadap kebutuhan zaman. Ia menekankan pentingnya integrasi literasi digital, riset, dan pembelajaran berbasis proyek sebagai upaya mencetak guru PAI yang inovatif dan responsif terhadap perkembangan pendidikan. Kurikulum disusun secara berkelanjutan dengan evaluasi periodik agar tetap relevan dengan kebijakan nasional seperti Kurikulum Berbasis Cinta dan kebutuhan masyarakat. Penjelasan tersebut memberikan referensi praktis bagi peserta FGD untuk pengembangan kurikulum di STAI Denpasar.

Selain aspek akademik, forum juga menyoroti kegiatan kemahasiswaan sebagai pendukung pembentukan soft skills. UIN Surakarta memiliki beragam Unit Kegiatan Mahasiswa, termasuk UKM Karawitan yang berperan aktif melestarikan seni budaya Jawa. Keberadaan kegiatan ini dinilai penting dalam membangun karakter, kepekaan sosial, dan kecintaan terhadap budaya lokal. Secara keseluruhan, peserta mengikuti FGD dengan sangat antusias. Kegiatan ini diharapkan menjadi awal sinergi dan kerja sama berkelanjutan antara kedua institusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan agama Islam di Indonesia.
DOSEN PAI MENJADI MITRA SEJAWAT DALAM PENYUSUNAN RENSTRA UIN SALATIGA
2 hari yang lalu - Umum