

Memasuki hari kedua pelaksanaan Musyawarah Nasional (MUNAS) PPPAII dan The Annual International Conference on Islamic Religious Education (AICIRE) 2026, Rabu (15/7/2026), delegasi Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah UIN Raden Mas Said Surakarta yang terdiri atas Dr. Abdussyukur, M.Pd. dan Kholis Firmansyah, S.H.I., M.S.I. mengikuti rangkaian konferensi internasional yang diselenggarakan di Hotel Grand Tjokro Bandung. Agenda hari kedua difokuskan pada forum akademik internasional yang menghadirkan narasumber dari berbagai negara, pemberian penghargaan (awards), serta sesi ilmiah yang membahas pengembangan Pendidikan Agama Islam dalam perspektif global.
Kegiatan diawali dengan pembukaan resmi oleh Master of Ceremony, dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan doa bersama. Selanjutnya, Ketua Panitia Prof. Dr. Aceng Kosasih, M.Ag. menyampaikan laporan penyelenggaraan konferensi yang menegaskan tingginya antusiasme peserta dari berbagai perguruan tinggi. Acara kemudian dilanjutkan dengan welcoming speech dari Rektor Universitas Pendidikan Indonesia, Prof. Dr. Didi Sukyadi, M.A., yang menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya forum internasional tersebut sebagai wadah kolaborasi akademik dalam memperkuat mutu Pendidikan Agama Islam. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua Umum PPPAII Prof. Dr. Eva Latipah, S.Ag., S.Psi., M.Si., yang menekankan pentingnya sinergi nasional dan internasional dalam meningkatkan kualitas pendidikan, riset, dan inovasi Program Studi PAI.
Suasana konferensi semakin semarak dengan penampilan pentas seni daerah oleh mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia yang menampilkan kekayaan budaya Nusantara sebagai simbol keberagaman Indonesia. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan keynote session yang menghadirkan Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Kementerian Agama RI, dilanjutkan sesi foto bersama pimpinan Kementerian Agama, Rektor UPI, Ketua Umum PPPAII, pengurus, serta panitia penyelenggara. Pada kesempatan yang sama juga dilaksanakan pengumuman dan penyerahan penghargaan (Awards) secara simbolis kepada program studi dan dosen berprestasi, disertai foto bersama para penerima penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi dalam pengembangan Pendidikan Agama Islam.
Sesi akademik internasional dibuka oleh Prof. Muhamad Ali, Ph.D. dari University of California, Riverside, Amerika Serikat, yang menyampaikan materi bertajuk “Rethinking Islamic Religious Education in the Global Context: Dialogue, Diversity, and Competitiveness.” Beliau mengajak para akademisi untuk mereorientasi Pendidikan Agama Islam dari pendekatan yang defensif menuju pendekatan yang konstruktif melalui penguatan dialog, penghargaan terhadap keberagaman, dan daya saing berbasis nilai ihsan (keunggulan). Pendidikan Islam, menurutnya, harus mampu mengintegrasikan ilmu keagamaan (naqli) dan ilmu rasional ('aqli) agar melahirkan lulusan yang tetap berakar kuat pada nilai-nilai Islam sekaligus mampu berperan sebagai warga dunia yang aktif dan kompetitif.
Lebih lanjut, Prof. Muhamad Ali menjelaskan bahwa tantangan Pendidikan Agama Islam berbeda antara negara mayoritas Muslim dan negara minoritas Muslim. Pada negara mayoritas Muslim, tantangan utama adalah mengubah pola pembelajaran yang masih berorientasi hafalan menjadi pembelajaran yang kritis, inovatif, dan mampu menjawab persoalan kontemporer seperti kecerdasan buatan, perubahan iklim, bioetika, dan keadilan sosial. Sementara itu, pada negara minoritas Muslim, tantangan utamanya adalah membangun kurikulum yang inklusif, memperkuat dialog lintas agama, serta menanamkan nilai-nilai universal Islam dalam masyarakat yang multikultural. Untuk menjawab tantangan tersebut, beliau menawarkan berbagai inovasi pedagogi seperti Problem-Based Learning (PBL), Dialogue Pedagogy, Flipped Classroom, Phenomenon-Based Learning, penguatan kompetensi pendidik, integrasi kurikulum, tata kelola berbasis data, serta penjaminan mutu kelembagaan agar Pendidikan Agama Islam mampu menjawab kebutuhan abad ke-21.
Narasumber internasional berikutnya, Dr. Yusri bin Muhammad Ramli dari Universiti Kebangsaan Malaysia, memaparkan materi mengenai Transformative Learning and Innovative Pedagogy in Islamic Religious Education. Beliau menjelaskan bahwa transformasi Pendidikan Agama Islam perlu dilakukan dengan menggeser paradigma pembelajaran dari sekadar penyampaian informasi menuju proses pembentukan pemikiran kritis, reflektif, dan kontekstual. Pendidikan Islam harus mampu menjembatani khazanah keilmuan klasik dengan tantangan dunia modern sehingga menghasilkan pembelajaran yang relevan tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar Islam.
Dalam paparannya, Dr. Yusri juga menekankan pentingnya inovasi pedagogik melalui pembelajaran aktif (active learning), pembelajaran berbasis masalah (problem-based learning), pemanfaatan teknologi digital, pendekatan interdisipliner, serta keterlibatan masyarakat dalam proses pendidikan. Menurutnya, pendidik tidak hanya berfungsi sebagai penyampai ilmu, tetapi juga sebagai teladan moral yang mampu menciptakan lingkungan belajar yang inklusif, adaptif, dan mendorong lahirnya peserta didik yang memiliki kecerdasan spiritual, intelektual, serta tanggung jawab sosial. Visi akhir yang ingin diwujudkan adalah lahirnya generasi pembelajar yang mampu mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan kompetensi global untuk menghadapi perubahan zaman.
Setelah seluruh narasumber menyampaikan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi panel dan tanya jawab yang berlangsung dinamis. Para peserta dari berbagai perguruan tinggi memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mendiskusikan implementasi inovasi pembelajaran, integrasi kurikulum, penguatan mutu kelembagaan, serta strategi internasionalisasi Program Studi Pendidikan Agama Islam. Diskusi menunjukkan besarnya komitmen para akademisi dalam menghadirkan Pendidikan Agama Islam yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, serta dinamika masyarakat global.
Bagi delegasi Prodi PAI Fakultas Tarbiyah UIN Raden Mas Said Surakarta, keikutsertaan pada forum internasional AICIRE 2026 memberikan wawasan baru mengenai arah transformasi Pendidikan Agama Islam di tingkat global. Berbagai gagasan yang diperoleh dari para narasumber internasional diharapkan menjadi inspirasi dalam pengembangan kurikulum, peningkatan kualitas pembelajaran, penguatan tata kelola program studi, serta perluasan jejaring kerja sama internasional guna mewujudkan Program Studi PAI yang unggul, inovatif, dan berdaya saing global.
Rektor Mewisuda 177 Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah Tahun 2026
2 pekan yang lalu - Umum
PRODI PAI UIN RADEN MAS SAID SURAKARTA MEWISUDA 9 MAHASISWA HAFIDZ 30 JUZ
2 pekan yang lalu - Umum
Tiga Mahasiswa PAI Fakultas Tarbiyah Ikuti KKN Internasional Malaysia 2026
4 pekan yang lalu - Umum