Loading...

Delegasi Prodi PAI UIN Raden Mas Said Surakarta Hadiri MUNAS PPPAII dan AICIRE 2026 di Bandung

Diterbitkan pada
14 Juli 2026 06:54 WIB

Baca

Delegasi Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah UIN Raden Mas Said Surakarta mengikuti Musyawarah Nasional (MUNAS) Perkumpulan Program Studi Pendidikan Agama Islam Indonesia (PPPAII) dan The Annual International Conference on Islamic Religious Education (AICIRE) Tahun 2026 yang diselenggarakan pada 14–16 Juli 2026 di Hotel Grand Tjokro Bandung. Delegasi UIN Raden Mas Said Surakarta diwakili oleh Dr. Abdussyukur, M.Pd. dan Kholis Firmansyah, S.H.I., M.S.I. Kehadiran delegasi tersebut menjadi bagian dari komitmen institusi dalam memperkuat jejaring akademik, meningkatkan mutu tata kelola Program Studi PAI, serta berkontribusi dalam pengembangan pendidikan agama Islam di tingkat nasional dan internasional.
Rangkaian kegiatan hari pertama diawali dengan pembukaan internal yang dipandu oleh pembawa acara, dilanjutkan laporan Ketua Panitia Pusat mengenai kesiapan penyelenggaraan, jumlah peserta, serta alur kegiatan selama tiga hari pelaksanaan MUNAS dan AICIRE. Suasana pembukaan berlangsung hangat dan penuh semangat kolaboratif, mempertemukan para ketua program studi, dosen, akademisi, dan praktisi Pendidikan Agama Islam dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia dalam satu forum strategis untuk membahas arah pengembangan Program Studi PAI ke depan.
Momentum pembukaan semakin bermakna melalui sambutan Ketua Umum PPPAII, Prof. Dr. Eva Latipah, yang menegaskan pentingnya sinergi seluruh Program Studi PAI dalam menghadapi dinamika pendidikan tinggi di era global. Dalam arahannya, beliau menyampaikan visi penguatan PPPAII sebagai organisasi profesi yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada peningkatan mutu. Selain itu, dipaparkan pula makna strategis penyelenggaraan AICIRE dan MUNAS sebagai wadah konsolidasi nasional sekaligus forum ilmiah internasional yang mendorong inovasi, kolaborasi riset, serta peningkatan kualitas penyelenggaraan Pendidikan Agama Islam di Indonesia.


Agenda berikutnya diisi dengan presentasi tata kelola PPPAII oleh jajaran pengurus inti. Sesi ini membahas berbagai aspek organisasi, mulai dari sistem keanggotaan, program kerja, standar layanan organisasi, mekanisme iuran dan Kartu Tanda Anggota (KTA), pemberian penghargaan (awards), hingga arah kebijakan penguatan PPPAII di masa mendatang. Diskusi tersebut memberikan gambaran komprehensif mengenai peran organisasi dalam mendukung peningkatan kualitas tata kelola Program Studi PAI sekaligus memperkuat kolaborasi antarlembaga pendidikan tinggi.
Pada sesi utama, Dr. Cecep Anwar, M.Ag. dari UIN Sunan Gunung Djati Bandung menyampaikan materi bertajuk “PAI BAROKAH”. Dalam paparannya dijelaskan bahwa Pendidikan Agama Islam merupakan fondasi utama pembangunan karakter, intelektual, dan spiritual bangsa yang berfungsi sebagai penjaga akhlak bangsa, pemelihara warisan intelektual ulama, serta perawat moderasi beragama. Konsep BAROKAH (Budaya, Akreditasi, Rencanakan, Optimalisasi, Kerjasama, Amanah dan Hasil) menjadi akronim strategi pengembangan Program Studi PAI, yaitu membangun Budaya Mutu melalui penguatan Tri Dharma Perguruan Tinggi dan implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), memperkuat Akreditasi terutama melalui kesiapan menghadapi sistem LAMDIK 3.0, menyusun Perencanaan yang matang melalui Renstra, Renop, dan penganggaran yang terukur, melakukan Optimalisasi sumber daya manusia maupun sarana prasarana, memperluas Kerjasama nasional dan internasional, menjalankan seluruh tugas dengan penuh Amanah, sehingga menghasilkan capaian yang membahagiakan dengan target akreditasi Unggul. Seluruh konsep tersebut diarahkan untuk mewujudkan Program Studi PAI yang berkualitas, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi brainstorming, diskusi, dan tanya jawab yang berlangsung interaktif. Para peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk bertukar pengalaman mengenai implementasi sistem penjaminan mutu, strategi peningkatan akreditasi, pengembangan kurikulum, penguatan sumber daya manusia, serta perluasan jejaring kerja sama antarprogram studi. Forum dialog ini menjadi ruang berbagi praktik baik sekaligus menghasilkan berbagai masukan konstruktif bagi penguatan Program Studi Pendidikan Agama Islam di berbagai perguruan tinggi.
Menutup rangkaian kegiatan hari pertama, pembawa acara menyampaikan agenda pelaksanaan hari kedua sekaligus mengakhiri seluruh sesi dengan harapan agar hasil diskusi dan pemikiran strategis yang telah dibangun mampu menjadi pijakan bersama dalam memajukan Pendidikan Agama Islam di Indonesia. Bagi delegasi Prodi PAI Fakultas Tarbiyah UIN Raden Mas Said Surakarta, keikutsertaan dalam MUNAS PPPAII dan AICIRE 2026 diharapkan dapat memperluas wawasan, memperkuat jejaring kelembagaan, serta menghadirkan berbagai inovasi yang dapat diimplementasikan dalam pengembangan tata kelola, mutu akademik, dan daya saing Program Studi PAI di lingkungan UIN Raden Mas Said Surakarta.

Download file Materi