
Surakarta, 31 Januari 2026. Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) UIN Raden Mas Said Surakarta, Achfan Aziz Zulfandika, angkatan 2021, menunjukkan produktivitas akademik melalui sejumlah publikasi ilmiah yang terbit di jurnal nasional sepanjang 2023–2024. Karya-karyanya mengangkat tema moderasi beragama, pendidikan Islam, kearifan lokal, hingga isu gender.
Pada tahun 2024, Achfan menerbitkan artikel berjudul “Analisis Nilai-Nilai Kepemimpinan Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dalam Pendidikan Moderasi Beragama” yang dimuat dalam WASIS: Jurnal Ilmiah Pendidikan. Artikel tersebut mengkaji pemikiran Gus Dur sebagai rujukan penting dalam penguatan nilai moderasi beragama di dunia pendidikan.
Produktivitas akademiknya telah dimulai sejak tahun 2023. Salah satu karyanya berjudul “Pengembangan Kurikulum Program Keterampilan Life Skill di Madrasah Aliyah Negeri 1 Sragen” dipublikasikan dalam Intelegansia: Jurnal Pendidikan Islam, yang menyoroti pentingnya integrasi keterampilan hidup dalam kurikulum madrasah.
Selain itu, Achfan juga menulis artikel “Artikulasi Kearifan Lokal: Pohon Bungur, Punden Sekrapyak dan Punden Sentono di Desa Joketro” yang diterbitkan di Literasi: Jurnal Kajian Keislaman Multi-Perspektif. Artikel ini mengulas relasi antara Islam dan tradisi lokal sebagai bagian dari khazanah budaya masyarakat.
Di bidang kajian gender, Achfan menerbitkan artikel berbahasa Inggris berjudul “Women, Ethics of Care, Domestic Role and Islamic Teachings (Classical Fiqh) and Local Culture” dalam Journal of Feminism and Gender Studies. Artikel tersebut membahas relasi ajaran fiqih klasik, peran domestik perempuan, dan konteks budaya lokal secara kritis dan akademis.
Koordinator Program Studi PAI UIN Raden Mas Said Surakarta, Kholis Firmansyah, S.H.I., M.S.I., menyampaikan apresiasi atas capaian akademik tersebut. Menurutnya, publikasi yang dihasilkan Achfan menunjukkan keluasan perspektif dan kedalaman kajian mahasiswa PAI terhadap isu-isu keislaman kontemporer.
“Kami mengapresiasi capaian Saudara Achfan Aziz Zulfandika yang mampu menghadirkan kajian pendidikan Islam, moderasi beragama, kearifan lokal, hingga isu gender dalam publikasi ilmiah. Ini mencerminkan tradisi akademik Prodi PAI yang terbuka dan progresif,” ujar Kholis Firmansyah.
Ia menambahkan bahwa Prodi PAI terus mendorong mahasiswa untuk aktif meneliti dan menulis sebagai bagian dari penguatan budaya akademik dan pengembangan keilmuan pendidikan Islam.
Prestasi Achfan Aziz Zulfandika diharapkan dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa PAI lainnya untuk berani mengangkat isu-isu strategis dan kontekstual melalui karya ilmiah yang dipublikasikan secara luas.
DOSEN PAI MENJADI MITRA SEJAWAT DALAM PENYUSUNAN RENSTRA UIN SALATIGA
2 hari yang lalu - Umum