Loading...

Prodi PAI Gelar Kegiatan Penguatan Literasi Menuju Olimpiade Madrasah Indonesia

Diterbitkan pada
26 Agustus 2026 04:16 WIB

Baca

Boyolali, 26 Agustus 2026. Prodi PAI Fakultas Tarbiyah UIN Raden Mas Said Surakarta menggelar kegiatan In House Training (IHT)  di MAN 2 Boyolali dengan tema: “Penguatan Literasi Menuju Olimpiade Madrasah Indonesia”. Kegiatan tersebut adalah bentuk implementasi program Penguatan Mutu Kerjasama (PMK) prodi bersama madrasah. Prodi PAI mengirimkan 3 (tiga) dosen yaitu Prof. DR. Muhammad Munadi, M.Pd, Mayana Ratih Permatasari, M.S.I dan Kholis Firmansyah S.H.I. Dosen PAI FATA UIN Raden Mas Said Surakarta, Mayana Ratih Permatasari, M.S.I. Sebanyak 35 guru hadir sebagai peserta dengan antusiasme yang tinggi menyimak sekaligus terlibat secara langsung dalam diskusi interaktif bersama para pemateri.

MAN 2 Boyolali memiliki obsesi untuk sukses dalam kegiatan OMI tahun 2026 ini. Kebetulan ajang OMI untuk kabupaten Boyolali tahun 2026 bertempat di MAN 2 Boyolali sebagai tuan rumahnya. Hal tersebut menjadi motivasi tersendiri untuk menorehkan prestasi akademik sebanyak-banyaknya. Namun, tim guru pendamping OMI membutuhkan suntikan motivasi dan inspirasi agar semakin solid. Peluang tersebut ditangkap oleh tim PMK prodi PAI FATa UIN Raden Mas Said Surakarta dengan mengirimkan 3 dosen sebagai partner pemantik motivasi bagi parba guru menjelang digelarnya ajang OMI tahun ini. 

Kepala MAN 2 Boyolali mengawali kegiatan dengan menyampaikan sambutannya. Beliau berharap IHT ini dapat menjadi  starting point bagi kesiapan dan kesuksesan MAN 2 Boyolali baik sebagai tuan rumah ajang OMI maupun dalam meraih meraih prestasi kemengan dalam berbagai cabang perlombaan OMI. Gayung bersambut, sekretaris prodi PAI, Bapak Kholis Firmansyah, S.H.I, menanggapi harapan dari bapak kepala madrasah dengan misi serupa. Kehadiran tim dosen prodi PAI tersebut adalah dalam rangka memberikan penguatan literasi OMI bagi para guru agar lebih siap dan taktis menghadapi OMI.

Selanjutnya, penyaji pertama Bapak Prof. DR. Muhammad Munadi, menyampaikan kepada audiens tentang perlunya membangun iklim nyaman dan ramah anak di madrasah sebagai ekosistem belajar yang sehat bagi tumbuhnya budaya literasi, tradisi riset dan semangat berkompetisi di kalangan siswa. Ekosistem belajar yang sehat akan mengoptimalkan perkembangan potensi diri para siswa. Akan tetapi guru harus memahami bahwa setiap anak mempunyai tipe kecerdasannya sendiri-sendiri, sehingga perlu dilakukan pemetaan jenis kecerdasan para siswa agar tepat dalam mendesain pengembangan potensi diri mereka. Lebih lanjut, Prof. Munadi mengutip teori kecerdasan majemuk dari Howard Gardner, setidaknya ada 9 tipe kecerdasan manusia yaitu: kecerdasan verbal. Kecerdasan matematik, kecerdasan bahasa, kecerdasan spasial, kecerdasan naturalis, kecerdasan interpersonal, kecerdasan intrapersonal, kecerdasan spiritual dan kecerdasan motorik. Berkaitan dengan mempersiapkan ajang OMI, Prof. Munadi memaparkan pentingnya mengintegrasikan ilmu umum dan agama dalam setiap pembelajaran di kelas. Peluang mendapatkan ide riset terbuka lebar ketika integrasi ilmu berjalan dengan baik karena materi Olimpiade Madrasah Indonseia berkaitan erat dengan tema integrasi ilmu tersebut.toleransi, menghargai, saling membantu, menghormati dan mengendalikan diri.

Penyaji kedua Ibu Mayana Ratih Permatasari, M.S.I, menyampaikan tentang perlunya penyamaan visi dan persepsi dari seluruh stake holder madrasah untuk mencapai kesuksesan dalam ajang OMI. Ketika visi dan persepsi telah sejalan, maka cita-cita MAN 2 Boyolali untuk berjaya di ajang OMI akan terbuka lebar. Hal tersebut penting sebagai salah satu upaya membangun branding positif madarasah di mata masyarakat Boyolali. Ada 4 tahap membangaun kesiapan madarsah menuju kesuksesan OMI, yaitu tahap persiapan; tahap membangun fondasi; tahap membagi tugas dan peran; dan tahap action berupa latiahan dan drill soal.

 

Acara berlangsung hangat dan interaktif. Beberapa guru menyampaikan pertanyaan untuk memperdalam pemahamannya. Pertanyaan yang muncul seputar tips lolos final dalam olimpiade riset, cara menggali membangun integrasi keilmuan anatara mapel rumpun PAI dengan sains, dan strategi mengajarkan mapel matematika yang menyenangkan. Penyaji menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan ringkas namun menyasar. Prof. DR. Munadi menganjurkan agar mengangkat unsur lokalitas di sekitar madrasah sebagai ide riset dan melatih keterampilan public speaking siswa agar dapat mempresentasikan hasil risetnya secara tepat dan komunikatif. Beliau juga menambahkan petlunya guru mapel rumpun PAI untuk menggali inspirasi dari ayat-ayat kauniyah sebagai basis epistemologi pengembangan ilmu dan melakukan upaya kontekstualisasi materi dengan realitas empirik di lingkungan sekitar siswa sehingga proses integrasi ilmu agama dengan sains terasa lebih konkrit. Terkait satartegi pembelajaran matematika yang menyenangkan, ibu Mayana mengusulkan agar guru matematika mengembangkan seni mengajar matematika yang melibatkan permainan (game edukatif), tantangan pemecahan masalah dan contoh penerapan matematika dalam kehidupan sehari-hari agar matematika terasa jelas “guna dan manfaatnya” bagi siswa.

 

Bapak Kholis Firmansyah. M.H.I yang saat acara berlangsung bertindak sebagai moderator memberikan simpulan yang semakin mempertajam pemahaman para guru tentang penguatan literasi OMI di MAN 2 Boyolali. Beliau juga menekankan perlunya kekompakan tim guru dengan kesamaan visi dan persepsi menuju MAN 2 Boyolali yang unggul, bermartabat dan mendunia. Kegiatan ditutup dengan foto bersama dan penandatanganan MoU kerjasama antara prodi PAI FATA UIN Raden Mas Said Surakarta dengan MAN 2 Boyolali.