Loading...

Prodi PAI Fakultas Tarbiyah UIN Raden Mas Said Surakarta Perkuat Kerja Sama dengan Majelis Ta’lim Azzahra melalui Kajian Pendidikan Ramah Anak

Diterbitkan pada
26 Agustus 2026 17:30 WIB

Baca

SUKOHARJO — Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah UIN Raden Mas Said Surakarta terus memperkuat mutu kerja sama dengan stakeholder masyarakat melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bersama Majelis Ta’lim Azzahra, Pucangan, Kartasura, Sukoharjo.

Kegiatan yang mengusung tema “Kajian Pendidikan Ramah Anak: Pencegahan Bullying di Keluarga” tersebut dilaksanakan pada Rabu, 26 Agustus 2026, pukul 15.30–17.30 WIB, bertempat di Majelis Ta’lim Azzahra, Pucangan, Kartasura, Sukoharjo.

Kegiatan PKM ini dilaksanakan oleh tim pengabdian Program Studi PAI Fakultas Tarbiyah UIN Raden Mas Said Surakarta yang terdiri atas Prof. Dr. Hj. Siti Choiriyah, M.Ag., Dr. Hakiman, M.Pd., dan Dr. Abdussyukur, M.Pd.I.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Program Studi PAI dalam membangun dan meningkatkan kualitas kemitraan dengan masyarakat sebagai stakeholder program studi. Kerja sama perguruan tinggi dengan lembaga masyarakat tidak hanya diarahkan pada kegiatan seremonial, tetapi diharapkan mampu menghasilkan kontribusi nyata dalam menjawab berbagai persoalan pendidikan dan sosial yang berkembang di masyarakat.

Membangun Keluarga sebagai Ruang Pendidikan yang Aman

Dalam kajian tersebut, peserta diajak memahami bahwa pendidikan anak tidak hanya berlangsung di sekolah, tetapi dimulai dan berkembang kuat dari lingkungan keluarga. Rumah merupakan tempat pertama anak belajar mengenai dirinya, nilai, relasi sosial, kasih sayang, keamanan, serta bagaimana menyelesaikan persoalan.

Materi PKM menekankan pentingnya membangun rumah sebagai lingkungan yang aman, hangat, dan bebas kekerasan. Bullying dalam keluarga dapat muncul dalam berbagai bentuk, seperti penghinaan, intimidasi, ancaman, mempermalukan, membandingkan anak, kontrol berlebihan, maupun kekerasan emosional.

Karena itu, orang tua perlu memahami bahwa kekerasan terhadap anak tidak selalu berbentuk tindakan fisik. Perkataan seperti “bodoh”, “malas”, “nakal”, atau membandingkan anak dengan saudara maupun anak lain secara terus-menerus dapat memberikan dampak negatif terhadap perkembangan psikologis anak. Materi kegiatan juga mengarahkan orang tua untuk membedakan antara mengoreksi perilaku anak dengan menyerang pribadi anak.

Orang Tua sebagai Teladan Pendidikan Karakter

Salah satu pesan penting dalam kegiatan adalah bahwa anak tidak hanya belajar melalui nasihat, tetapi juga melalui apa yang mereka lihat dan alami setiap hari. Cara ayah dan ibu berkomunikasi, menyelesaikan konflik, mengelola kemarahan, serta memperlakukan satu sama lain akan menjadi model yang ditiru oleh anak.

Dengan demikian, pendidikan karakter sesungguhnya dimulai dari rumah. Orang tua tidak hanya berperan sebagai pendidik yang memberikan aturan, tetapi juga sebagai teladan dalam membangun komunikasi yang sehat, menghargai perbedaan, mengelola emosi, dan menyelesaikan konflik tanpa kekerasan.

Dalam kegiatan tersebut juga diperkenalkan pendekatan positive parenting, yaitu pola pengasuhan yang menekankan komunikasi, kedekatan orang tua dan anak, disiplin tanpa kekerasan, serta interaksi positif dalam keluarga. Disiplin dipahami bukan sebagai tindakan untuk mempermalukan anak, tetapi sebagai proses membantu anak belajar bertanggung jawab atas perilakunya.

Dari “Menghukum” Menuju “Mendidik”

Para peserta juga diajak mengubah pola komunikasi dalam keluarga. Ketika anak melakukan kesalahan, orang tua tidak diarahkan untuk memberikan label seperti “kamu malas” atau “kamu memang tidak bisa diatur”, tetapi menyampaikan fakta tentang perilaku, mengungkapkan perasaan, mengingatkan nilai atau aturan keluarga, kemudian mencari solusi bersama.

Formula komunikasi yang diperkenalkan adalah: FAKTA → PERASAAN → NILAI/ATURAN → SOLUSI

Pendekatan ini membantu orang tua tetap tegas tanpa harus menggunakan penghinaan, ancaman, atau kekerasan.

Selain itu, orang tua juga didorong untuk berani meminta maaf kepada anak ketika melakukan kesalahan. Meminta maaf tidak dipandang sebagai hilangnya kewibawaan orang tua, tetapi justru menjadi pembelajaran karakter bahwa setiap manusia dapat melakukan kesalahan dan memiliki tanggung jawab untuk memperbaikinya.

Memperkuat Sinergi Kampus dan Masyarakat

Kegiatan PKM ini sekaligus menjadi ruang dialog antara perguruan tinggi dan masyarakat. Program Studi PAI Fakultas Tarbiyah UIN Raden Mas Said Surakarta berupaya menghadirkan keilmuan pendidikan Islam untuk memberikan penguatan kepada masyarakat dalam menghadapi persoalan pendidikan keluarga yang semakin kompleks.

Melalui kerja sama dengan Majelis Ta’lim Azzahra, program studi berharap terbentuk hubungan kemitraan yang berkelanjutan dengan stakeholder masyarakat. Kerja sama tersebut dapat dikembangkan tidak hanya dalam bentuk kajian pendidikan, tetapi juga pada kegiatan edukasi keluarga, parenting, penguatan pendidikan keagamaan, perlindungan anak, dan berbagai program pemberdayaan masyarakat lainnya.

Kegiatan ini juga sejalan dengan gagasan bahwa pencegahan kekerasan terhadap anak membutuhkan dukungan dan pembelajaran bagi orang tua serta pengasuh.

Membangun Rumah yang Aman bagi Anak

Melalui kajian ini, orang tua dan masyarakat diajak melakukan refleksi terhadap pola komunikasi dan pengasuhan yang selama ini berlangsung di rumah. Peserta tidak diarahkan untuk mencari siapa yang salah, tetapi untuk menemukan kebiasaan yang perlu diperbaiki dan dihentikan.

 

Jamaah Mazlis Taklim Azzahra berfoto dengan tim PkM pada kegiatan pendidikan ramah anak

Pesan utama kegiatan dirangkum dalam semangat: “Boleh marah, tidak boleh menyakiti. Tegas boleh, keras tidak harus.”

Program Studi PAI Fakultas Tarbiyah UIN Raden Mas Said Surakarta bersama Majelis Ta’lim Azzahra berharap kegiatan ini menjadi langkah konkret dalam membangun ekosistem pendidikan ramah anak yang dimulai dari keluarga.

Sebab, rumah seharusnya menjadi tempat paling aman bagi anak, bukan tempat pertama anak belajar tentang ketakutan.

 

Tim Pengabdian kepada Masyarakat

Program Studi Pendidikan Agama Islam

Fakultas Tarbiyah UIN Raden Mas Said Surakarta

Prof. Dr. Hj. Siti Choiriyah, M.Ag.

Dr. Hakiman, M.Pd.

Dr. Abdussyukur, M.Pd.I.