Loading...

Prodi PAI Fakultas Tarbiyah UIN Raden Mas Said Surakarta Perkuat Kerja Sama dengan KKG PAI SD Kabupaten Wonogiri melalui Penguatan Sekolah Ramah Anak dan Anti-Bullying

Diterbitkan pada
26 Agustus 2026 22:03 WIB

Baca

Wonogiri, 26 Agustus 2026 – Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah UIN Raden Mas Said Surakarta melaksanakan kegiatan Penguatan Mutu Kerja Sama Prodi PAI kepada Stakeholder Eksternal melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang mengangkat tema “Penguatan Peran Strategis Guru PAI dalam Mewujudkan Sekolah Ramah Anak Melalui Pendidikan Karakter Anti-Bullying dan Anti Cyber Bullying di Era Digital.”

Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu, 26 Agustus 2026, bertempat di Aula KKG PAI Kabupaten Wonogiri, ini diikuti oleh para guru yang tergabung dalam Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (KKG PAI) SD Kabupaten Wonogiri.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat sinergi dan keberlanjutan kerja sama antara Program Studi PAI dengan stakeholder eksternal, khususnya komunitas guru PAI di tingkat sekolah dasar. Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), perguruan tinggi tidak hanya menjalankan fungsi pendidikan dan pengembangan keilmuan, tetapi juga berupaya menghadirkan kontribusi nyata dalam menjawab berbagai persoalan pendidikan yang berkembang di tengah masyarakat.

Di sinilah peran para dosen diwujudkan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), yaitu menghadirkan keilmuan dan pengalaman akademik untuk berdialog dengan kebutuhan nyata di lapangan. Dalam konteks kegiatan ini, tim dosen Program Studi PAI hadir bersama komunitas guru PAI SD se-Kabupaten Wonogiri untuk berbagi pengalaman, memetakan persoalan, serta bersama-sama merumuskan penguatan strategi pencegahan dan penanganan bullying di lingkungan sekolah.

Tim pelaksana kegiatan terdiri atas Dr. Desti Widiani, M.Pd.I. sebagai ketua, bersama Drs. Suluri, M.Pd., dan Prof. Dr. Fauzi Muharom, M.Ag. Sebelum pelaksanaan kegiatan utama, tim juga melakukan survei awal pada Kamis, 20 Agustus 2026. Survei tersebut menjadi bagian dari kegiatan PkM untuk memetakan pengalaman, kondisi, dan kebutuhan mitra terkait isu bullying dan cyber bullying di lingkungan sekolah dasar.

Dalam kegiatan tersebut, peserta diajak untuk melihat persoalan bullying bukan semata-mata sebagai persoalan perilaku peserta didik, tetapi sebagai tantangan bersama yang membutuhkan keterlibatan seluruh ekosistem sekolah. Guru PAI dipandang memiliki posisi strategis dalam menanamkan nilai-nilai keagamaan, karakter, empati, kepedulian sosial, serta penghormatan terhadap sesama.

Materi kegiatan membahas berbagai bentuk bullying yang dapat terjadi di lingkungan sekolah, mulai dari bullying fisik, verbal, sosial atau relasional, hingga cyber bullying yang semakin berkembang seiring meningkatnya penggunaan teknologi digital oleh anak-anak. Peserta juga diajak untuk melakukan refleksi bersama mengenai pengalaman mereka dalam menemukan kasus bullying serta strategi yang selama ini dilakukan dalam upaya pencegahan dan penanganannya.

Pendekatan kegiatan dikemas secara dialogis dan partisipatif melalui sesi sharing pengalaman, diskusi kasus, serta refleksi bersama. Dengan pendekatan tersebut, para guru tidak hanya ditempatkan sebagai peserta yang menerima materi, tetapi sebagai mitra yang memiliki pengalaman dan pengetahuan penting untuk bersama-sama membangun strategi pencegahan bullying di sekolah.

Ketua KKG PAI SD Kabupaten Wonogiri, Mahmud  Mustopa, S.Pd.I, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Program Studi PAI Fakultas Tarbiyah UIN Raden Mas Said Surakarta atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, tema yang diangkat sangat relevan dengan tantangan yang dihadapi guru saat ini, khususnya dalam mendampingi peserta didik di tengah perubahan sosial dan perkembangan teknologi digital.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Program Studi PAI Fakultas Tarbiyah UIN Raden Mas Said Surakarta dan seluruh tim Pengabdian kepada Masyarakat yang telah hadir dan berbagi bersama guru-guru PAI SD Kabupaten Wonogiri. Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat karena persoalan bullying dan cyber bullying memang membutuhkan perhatian bersama. Kami berharap kerja sama ini tidak berhenti pada kegiatan hari ini, tetapi dapat terus berkembang melalui program-program pendampingan dan penguatan kompetensi guru,” ujar Mahmud.

Salah satu pesan utama dalam kegiatan ini adalah pentingnya membangun budaya sekolah yang tidak sekadar bebas dari kekerasan, tetapi juga menghadirkan rasa aman, nyaman, saling menghargai, dan kepedulian antarwarga sekolah. Sekolah ramah anak harus menjadi ruang yang memungkinkan setiap peserta didik tumbuh, belajar, berinteraksi, dan berkembang tanpa rasa takut.

Di tengah perkembangan era digital, perhatian terhadap cyber bullying juga menjadi bagian penting dalam kegiatan ini. Perundungan tidak lagi hanya terjadi secara langsung di lingkungan sekolah, tetapi dapat berlanjut melalui media sosial, grup percakapan, permainan daring, maupun berbagai platform digital lainnya. Karena itu, penguatan literasi digital dan pendidikan karakter menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam upaya pencegahan.

Melalui kegiatan PkM ini, Program Studi PAI bersama KKG PAI SD Kabupaten Wonogiri diharapkan dapat memperkuat komitmen bersama dalam membangun lingkungan pendidikan yang lebih aman dan humanis. Guru PAI diharapkan semakin mampu mengambil peran sebagai pendidik, pembimbing, sekaligus penggerak budaya positif di sekolah.

Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud nyata implementasi kerja sama antara Program Studi PAI dengan stakeholder eksternal. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan komunitas guru diharapkan mampu menghasilkan program-program yang tidak hanya relevan secara akademik, tetapi juga memberi manfaat langsung bagi masyarakat dan dunia pendidikan.

Pada akhirnya, upaya pencegahan bullying bukan hanya tentang menghentikan perilaku kekerasan ketika terjadi, tetapi juga tentang membangun budaya sekolah yang menumbuhkan empati, kepedulian, keberanian untuk saling menjaga, dan karakter yang kuat.

“Siswa Happy Tanpa Bully” bukan sekadar slogan, tetapi menjadi harapan bersama untuk menghadirkan sekolah sebagai ruang belajar yang aman, ramah, dan membahagiakan bagi setiap anak.

 

Tim Pengabdian kepada Masyarakat
Program Studi Pendidikan Agama Islam
Fakultas Tarbiyah UIN Raden Mas Said Surakarta

Prof. Dr. H. Fauzi Muharom, M.Ag.
Drs. H. Suluri, M.Pd.
Dr. Desti Widiani, M.Pd.I.