Loading...

PAI UIN Raden Mas Said Surakarta Tempati Posisi Ketiga Program Studi Paling Diminati pada PMB 2026

Diterbitkan pada
16 Oktober 2026 06:00 WIB

Baca

 

SURAKARTA — Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Fakultas Tarbiyah, UIN Raden Mas Said Surakarta, menempati posisi ketiga sebagai program studi dengan jumlah peminat tertinggi pada Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Tahun Akademik 2026. Berdasarkan rekapitulasi PMB 2026, PAI mencatat 1.886 peminat, dengan kuota penerimaan sebanyak 175 mahasiswa dan jumlah calon mahasiswa yang dinyatakan diterima sebanyak 272 orang.

Capaian tersebut menempatkan PAI dalam tiga besar program studi paling diminati di lingkungan UIN Raden Mas Said Surakarta. Tingginya jumlah peminat menunjukkan besarnya perhatian calon mahasiswa terhadap bidang pendidikan agama Islam, sekaligus memperlihatkan posisi strategis program studi ini dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi keislaman.

Data PMB 2026 juga memperlihatkan bahwa jumlah calon mahasiswa yang diterima melampaui kuota awal. Dengan 272 calon mahasiswa diterima dari kuota 175 orang, jumlah penerimaan tercatat mencapai sekitar 155,4 persen dari kuota. Angka ini menggambarkan tingginya permintaan terhadap PAI, meskipun jumlah peminat dan jumlah calon mahasiswa yang diterima merupakan dua indikator berbeda dalam proses admisi.

Bagi Program Studi PAI, tingginya peminatan tersebut menghadirkan peluang sekaligus tanggung jawab. Daya tarik program studi perlu diimbangi dengan penguatan mutu pembelajaran, relevansi kurikulum, kualitas layanan akademik, serta pengembangan kompetensi lulusan agar selaras dengan kebutuhan pendidikan Islam yang terus berkembang.

Di tengah perubahan lanskap pendidikan, calon pendidik agama Islam tidak hanya dituntut menguasai substansi keislaman. Mereka juga perlu memiliki kompetensi pedagogis, kemampuan memanfaatkan teknologi digital, kecakapan menghadapi keberagaman, serta integritas moral dalam menjalankan profesi kependidikan.

Karena itu, posisi ketiga dalam peminatan PMB 2026 tidak semata-mata menjadi capaian kuantitatif. Data tersebut dapat menjadi pijakan untuk memperkuat strategi pengembangan Program Studi PAI, terutama dalam menjaga kepercayaan masyarakat melalui peningkatan kualitas pendidikan dan relevansi kompetensi lulusan.

Tantangan berikutnya adalah memastikan bahwa tingginya minat calon mahasiswa berjalan beriringan dengan kapasitas penyelenggaraan pendidikan yang bermutu. Dengan demikian, capaian penerimaan mahasiswa baru dapat menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperkuat kualitas lulusan dan kontribusi pendidikan agama Islam bagi masyarakat.