
Klaten, 10 Oktober 2026 — Ikhwanudin Alya Rahman, CPS., mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) UIN Raden Mas Said Surakarta, berperan sebagai mentor dalam program Bakat, Minat, dan Ekstrakurikuler di SMP Muhammadiyah Sinar Fajar Klaten. Dalam program tersebut, public speaking menjadi salah satu ekstrakurikuler pilihan yang memberikan ruang bagi santriwan dan santriwati untuk mengembangkan potensi diri, keterampilan komunikasi, dan kepercayaan diri.
Keterlibatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung pengembangan kompetensi generasi muda melalui pendidikan nonformal di lingkungan sekolah. Program Bakat, Minat, dan Ekstrakurikuler diharapkan dapat membantu peserta didik mengenali potensi, mengembangkan minat, serta mengasah keterampilan yang bermanfaat bagi kehidupan akademik maupun sosial.
Public speaking tidak hanya berkaitan dengan kemampuan berbicara di depan banyak orang, tetapi juga mencakup keberanian menyampaikan gagasan, menyusun pesan secara sistematis, serta membangun komunikasi yang jelas dan efektif. Keterampilan tersebut penting dikembangkan sejak dini agar peserta didik mampu mengekspresikan pemikiran, berinteraksi dengan baik, dan berpartisipasi aktif dalam berbagai kegiatan.
Dalam perannya sebagai mentor, Ikhwanudin Alya Rahman mendampingi santriwan dan santriwati dalam mengembangkan keterampilan berbicara di depan umum. Pembelajaran diarahkan pada penguatan kepercayaan diri, keberanian tampil, pengelolaan rasa gugup, serta kemampuan menyampaikan gagasan secara terstruktur dan santun.
Menurut Ikhwan, public speaking merupakan keterampilan yang dapat dikembangkan oleh siapa saja selama memiliki kemauan untuk belajar dan berlatih secara konsisten. Baginya, proses belajar berbicara di depan umum bukan semata-mata tentang keberanian tampil, melainkan juga tentang membangun pola pikir, mengelola pesan, dan memahami tanggung jawab dalam berkomunikasi.
“Bagi saya, public speaking bukan sekadar tentang bagaimana seseorang mampu berbicara di depan banyak orang, tetapi juga tentang keberanian menyampaikan gagasan, membangun kepercayaan diri, dan memberikan manfaat melalui apa yang disampaikan. Saya ingin santriwan dan santriwati memahami bahwa setiap orang memiliki potensi untuk berbicara dengan baik. Kemampuan tersebut bukan hanya dimiliki oleh mereka yang sejak awal berani tampil, tetapi dapat dibangun melalui proses, latihan, dan kemauan untuk terus belajar,” ujar Ikhwanudin Alya Rahman, CPS., selaku mentor public speaking.
Ia juga berharap kegiatan ekstrakurikuler tersebut dapat menjadi ruang yang aman dan positif bagi peserta didik untuk mencoba, berlatih, serta belajar dari setiap proses yang dijalani.
“Harapannya, melalui ekstrakurikuler ini, mereka tidak hanya berani berbicara, tetapi juga mampu menyampaikan pesan yang bermakna, menghargai orang lain, dan membawa dampak positif bagi lingkungan sekitarnya. Tidak harus langsung sempurna ketika memulai. Yang terpenting adalah berani mencoba, mau belajar, dan terus bertumbuh menjadi lebih baik,” tambahnya.
Selain memberikan manfaat bagi peserta didik, keterlibatan sebagai mentor juga menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk mengembangkan kapasitas diri dalam bidang komunikasi, kepemimpinan, dan pendidikan. Pengalaman tersebut relevan dengan bidang Pendidikan Agama Islam, yang membutuhkan kemampuan menyampaikan ilmu dan nilai-nilai kebaikan secara jelas, santun, serta mudah dipahami.
Kegiatan ini menunjukkan bahwa pengembangan kompetensi mahasiswa dapat diwujudkan melalui keterlibatan langsung dalam lingkungan pendidikan. Mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman melalui pembelajaran di perguruan tinggi, tetapi juga berkesempatan berbagi pengetahuan dan mendukung pengembangan potensi generasi muda.
Melalui ekstrakurikuler pilihan public speaking di SMP Muhammadiyah Sinar Fajar Klaten, santriwan dan santriwati diharapkan semakin percaya diri dalam menyampaikan pendapat, berani mengambil kesempatan untuk berkembang, serta mampu membangun keterampilan komunikasi yang bermanfaat bagi masa depan.
Pada akhirnya, public speaking bukan hanya tentang siapa yang paling lantang berbicara, melainkan tentang bagaimana seseorang mampu menyampaikan gagasan dengan jelas, membangun pemahaman, dan menghadirkan manfaat bagi orang lain. Keberanian untuk memulai, konsistensi dalam berlatih, dan kemauan untuk terus belajar menjadi bagian penting dalam membentuk generasi muda yang percaya diri, komunikatif, dan bertanggung jawab.
Tentang Mentor
Ikhwanudin Alya Rahman, CPS., merupakan mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) UIN Raden Mas Said Surakarta yang terlibat dalam pengembangan keterampilan komunikasi dan public speaking melalui kegiatan mentoring bagi kalangan pelajar gen z dan mahasiswa.