
KARTASURA, Jawa Tengah — Lanskap sejarah Kartasura kini ditawarkan bukan sekadar sebagai jejak masa lalu, tetapi sebagai ruang pembelajaran yang menghubungkan sejarah, identitas, kekuasaan, dan refleksi etis. Sebuah kajian bertajuk “Designing an Islam-Java Walking Tour: From Historical Site to Ethical Reflection for Islamic History Learning at Kartasura” merancang rute berjalan kaki yang mengajak mahasiswa membaca sejarah Islam-Jawa langsung melalui situs-situs bersejarah di Kartasura.
Kajian tersebut menempatkan Kartasura sebagai ruang penting untuk memahami hubungan yang kompleks antara agama, politik, identitas, etnisitas, dan kekuasaan kolonial. Fokus tersebut terutama dikaitkan dengan dinamika Geger Pacinan 1740–1742, sebuah periode yang memperlihatkan perubahan aliansi dan hubungan kekuasaan di Jawa. Azzahra Sindhi Latifa dkk_ICIS2…
Penelitian ini dikembangkan oleh Azzahra Sindhi Latifa, Della Rahmayani, Khansa Naila Nurhusna, dan Muhammad Nabil Fahmi dari komunitas akademik UIN Raden Mas Said Surakarta. Azzahra Sindhi Latifa dkk_ICIS2…
Alih-alih menjadikan pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) sekadar proses menghafal kronologi, penelitian tersebut menyusun delapan titik sejarah dalam sebuah rute walking tour Kartasura.
Rute itu mencakup Hastana Mosque, Southern Cepuri, Eastern Cepuri (Keputren), VOC Watch House (Gedong Piring), Gedong Obat, Baluwarti, Kedhaton yang menyimpan jejak Geger Pacinan, dan Paseban. Azzahra Sindhi Latifa dkk_ICIS2…
Setiap lokasi tidak diperlakukan sebagai objek wisata semata. Situs-situs tersebut diberi fungsi pedagogis yang berbeda. Hastana Mosque, misalnya, menjadi titik awal untuk membaca toponimi dan ruang kerajaan. Southern Cepuri digunakan untuk memperkenalkan konteks sejarah Kartasura, sedangkan Eastern Cepuri menjadi titik orientasi historis.
Gedong Piring digunakan untuk membaca keterlibatan kolonial dan keterjalinan kekuasaan politik. Gedong Obat memperlihatkan perubahan fungsi dan memori warisan sejarah. Baluwarti dibaca melalui perspektif pertahanan, kekuasaan, dan perubahan ruang.
Sementara itu, Kedhaton menjadi ruang untuk memahami konflik, aliansi, dan perubahan loyalitas dalam konteks Geger Pacinan. Rangkaian tersebut kemudian bermuara di Paseban sebagai ruang refleksi dan ibrah. Azzahra Sindhi Latifa dkk_ICIS2…
Salah satu gagasan utama penelitian tersebut adalah upaya untuk meninjau kembali cara memahami Islam-Jawa yang selama ini kerap dibaca melalui kategori yang relatif tetap.
Peneliti menyoroti pengaruh tipologi santri–abangan–priyayi yang diperkenalkan Clifford Geertz. Menurut kajian ini, tipologi tersebut tetap berpengaruh, tetapi semakin banyak dipertanyakan karena kecenderungannya membingkai Islam-Jawa melalui kategori yang bersifat tetap. Azzahra Sindhi Latifa dkk_ICIS2…
Kartasura, dalam penelitian tersebut, justru menunjukkan bahwa identitas Islam-Jawa terbentuk melalui hubungan yang lebih cair. Agama, politik, etnisitas dan kekuasaan kolonial saling berkelindan dan terus dinegosiasikan.
Peneliti merumuskan empat gagasan penting dalam re-theorizing Islam-Java: identitas yang cair, keterjalinan kekuasaan, loyalitas yang berubah, dan warisan sejarah yang dinegosiasikan. Azzahra Sindhi Latifa dkk_ICIS2…
Dengan perspektif tersebut, Islam-Jawa tidak ditempatkan sebagai kategori identitas yang statis, melainkan sebagai formasi sosial dan historis yang hidup serta terus mengalami negosiasi.
Yang membedakan rancangan walking tour ini dari pembelajaran sejarah konvensional adalah adanya tahapan pembelajaran yang dirumuskan secara sistematis: site → story → reflection → ibrah.
Proses penelitian dan perancangannya dilakukan melalui tahapan reconstruct, select, map, interpret, dan design. Dengan cara tersebut, perjalanan dari satu situs ke situs lain tidak hanya menyampaikan cerita sejarah, tetapi menjadikan lanskap Kartasura sebagai wahana penelitian dan pembelajaran yang konkret. Azzahra Sindhi Latifa dkk_ICIS2…
Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan desain konseptual berbasis dokumen dan kerangka Design-Based Research—Conceptual Design Phase. Sumber yang digunakan meliputi literatur sejarah, jejak warisan sejarah, narasi Geger Pacinan, serta dokumen kurikulum SKI. Penelitian juga menggunakan perspektif place-based and heritage education, historical thinking, dan historical consciousness. Azzahra Sindhi Latifa dkk_ICIS2…
Dalam poster penelitian tersebut, para peneliti menegaskan bahwa delapan situs Kartasura dapat dibaca secara bersama-sama untuk melampaui kronologi politik.
Melalui konteks Geger Pacinan, Islam-Jawa dipahami sebagai kerangka etis-politik yang terus dinegosiasikan di bawah tekanan kolonial. Lapisan ibrah kemudian menghubungkan proses negosiasi masa lalu dengan refleksi mahasiswa calon guru Pendidikan Agama Islam pada masa kini. Azzahra Sindhi Latifa dkk_ICIS2…
Pendekatan ini sekaligus mengubah orientasi pembelajaran SKI: dari kronologi dan hafalan menuju inkuiri berbasis bukti, interpretasi kontekstual, dan refleksi etis. Alur pedagogisnya dirumuskan sebagai site → evidence → interpretation → reflection → ibrah. Azzahra Sindhi Latifa dkk_ICIS2…
Kesimpulan penelitian tersebut menempatkan situs sejarah bukan hanya sebagai peninggalan masa lalu, tetapi sebagai ruang belajar.
Situs-situs yang memiliki sejarah kompleks—termasuk yang dibentuk oleh dinamika politik dan etnis—dapat menjadi ruang tempat interpretasi sejarah berkembang menjadi refleksi etis. Dalam kerangka ini, Kartasura dapat mengubah warisan lokal menjadi sumber pedagogis bagi pembelajaran SKI. Azzahra Sindhi Latifa dkk_ICIS2…
Kontribusi utama penelitian ini adalah menggeser pemahaman Islam-Jawa dari kategori yang dianggap tetap menuju pemahaman tentang formasi Islam-Jawa yang hidup, relasional, dan terus dinegosiasikan secara historis. Azzahra Sindhi Latifa dkk_ICIS2…
Dengan demikian, perjalanan menyusuri Kartasura tidak berhenti ketika mahasiswa meninggalkan situs terakhir. Dalam desain pembelajaran yang ditawarkan penelitian ini, perjalanan fisik justru menjadi awal dari perjalanan intelektual: melihat situs, menemukan bukti, menafsirkan sejarah, merefleksikannya, lalu menarik ibrah untuk kehidupan masa kini.