Loading...

Della, Mahasiswa PAI UIN Raden Mas Said Surakarta Tampil sebagai Presenter pada Konferensi Internasional ICCL 2026

Diterbitkan pada
3 September 2026 16:46 WIB

Baca

Surakarta — Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Fakultas Tarbiyah, Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta, Della Rahmayani, turut ambil bagian sebagai presenter dalam The 4th International Conference on Cultures and Languages (ICCL) 2026 yang diselenggarakan UIN Raden Mas Said Surakarta pada 2–3 September 2026.

Dalam konferensi internasional tersebut, Della Rahmayani mempresentasikan paper berjudul “LOCAL WISDOM & KEARIFAN LOKAL: Penerjemahan dan Posisi Pengetahuan dalam Wacana Akademik Indonesia.” Paper tersebut mengangkat isu kearifan lokal dan bagaimana pengetahuan lokal diterjemahkan serta ditempatkan dalam wacana akademik di Indonesia.

Keikutsertaan Della menjadi capaian akademik yang membanggakan bagi Program Studi Pendidikan Agama Islam, khususnya karena mahasiswa PAI tidak hanya berperan sebagai peserta konferensi, tetapi juga tampil sebagai presenter yang menyampaikan gagasan akademik dalam forum ilmiah internasional.

ICCL 2026 mengusung tema “Decolonizing Knowledge: Reimagining Language, Literature, History, and Creativity for Sustainable Development Goals (SDGs).” Konferensi ini mempertemukan akademisi, peneliti, praktisi, mahasiswa, dan scholar dari berbagai institusi untuk mendiskusikan isu bahasa, sastra, sejarah, budaya, serta media kreatif dalam perspektif dekolonisasi pengetahuan.

Salah satu fokus utama konferensi adalah “Reclaiming Indigenous and Local Languages for Inclusive Education and Cultural Sustainability.” Tema ini menempatkan bahasa dan pengetahuan lokal sebagai bagian penting dari upaya membangun pendidikan yang inklusif sekaligus menjaga keberlanjutan budaya. Dalam agenda parallel session ICCL 2026, Della Rahmayani tercatat sebagai salah satu presenter pada sesi daring untuk tema tersebut.

Membawa Isu Kearifan Lokal ke Ruang Akademik

Paper yang dipresentasikan Della memiliki relevansi kuat dengan tema besar ICCL 2026. Melalui judul “LOCAL WISDOM & KEARIFAN LOKAL: Penerjemahan dan Posisi Pengetahuan dalam Wacana Akademik Indonesia,” pembahasan diarahkan pada persoalan bagaimana pengetahuan yang tumbuh dari pengalaman, tradisi, dan kebudayaan masyarakat lokal dapat memperoleh ruang dalam produksi dan pertukaran pengetahuan akademik.

Isu tersebut menjadi semakin penting di tengah perkembangan pendidikan tinggi yang semakin terhubung dengan wacana akademik global. Pengetahuan lokal tidak semestinya hanya ditempatkan sebagai objek kajian, tetapi juga dapat diposisikan sebagai sumber pengetahuan yang memiliki nilai akademik, kultural, dan sosial.

Kehadiran mahasiswa PAI dalam forum semacam ini sekaligus menunjukkan bahwa ruang akademik Pendidikan Agama Islam memiliki keterhubungan yang luas dengan isu kebudayaan, bahasa, identitas, dan produksi pengetahuan. PAI tidak hanya berbicara mengenai pembelajaran agama dalam ruang kelas, tetapi juga berinteraksi dengan dinamika masyarakat, budaya lokal, dan perkembangan wacana akademik kontemporer.

Mahasiswa PAI dan Tradisi Akademik Internasional

Partisipasi Della Rahmayani dalam ICCL 2026 juga menjadi bagian dari penguatan budaya akademik mahasiswa PAI. Pengalaman mempresentasikan penelitian di konferensi internasional memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan menyampaikan gagasan, berdiskusi secara ilmiah, menerima masukan akademik, sekaligus membangun jejaring dengan akademisi dan peneliti dari berbagai latar belakang.

Menariknya, keterlibatan Della dalam forum ilmiah internasional bukan merupakan pengalaman akademik yang berdiri sendiri. Pada konferensi ICCL sebelumnya, nama Della Rahmayani juga tercatat sebagai salah satu penulis dalam paper “Innovations in Language Education in the Digital Era: Integrating AI, Pedagogy, and Cross-Cultural Learning in the 21st Century.” Paper tersebut mencantumkan Della bersama mahasiswa PAI lainnya dari UIN Raden Mas Said Surakarta.

Hal tersebut memperlihatkan adanya kesinambungan keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ilmiah lintas disiplin dan forum akademik internasional.

Menjadi Inspirasi bagi Mahasiswa Lain

Keikutsertaan Della Rahmayani di ICCL 2026 diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam lainnya untuk semakin aktif dalam kegiatan penelitian, konferensi, publikasi ilmiah, dan forum akademik internasional.

Bagi mahasiswa, pengalaman menjadi presenter tidak hanya memberikan nilai tambah dalam perjalanan akademik, tetapi juga melatih keberanian untuk menyampaikan gagasan di hadapan komunitas ilmiah. Kemampuan tersebut menjadi semakin penting dalam menghadapi lingkungan akademik yang menuntut mahasiswa mampu berpikir kritis, melakukan penelitian, berkomunikasi secara ilmiah, serta berkontribusi dalam pengembangan pengetahuan.

ICCL 2026 sendiri menyediakan ruang bagi peserta untuk mempresentasikan hasil penelitian melalui sesi pleno dan parallel presentations, dengan peserta dari berbagai institusi di dalam maupun luar negeri.

Dengan tampilnya Della Rahmayani sebagai presenter, mahasiswa PAI Fakultas Tarbiyah UIN Raden Mas Said Surakarta menunjukkan bahwa mahasiswa Pendidikan Agama Islam memiliki ruang dan kapasitas untuk berkontribusi dalam percakapan akademik internasional, termasuk dalam isu dekolonisasi pengetahuan, bahasa, kearifan lokal, dan keberlanjutan budaya.

Prestasi tersebut menjadi salah satu bentuk nyata penguatan budaya akademik mahasiswa PAI: dari ruang kelas menuju panggung akademik internasional.